Perintis Pertama dalam Pendidikan Bapak Ismael Peyon

                    
                       
  Foto Bapak Ismael Peyon,S.Pd,.SD,.MM



Sejak Tahun 1972 SD YPK LACHAI-ROI Apahapsili di Dirikan Oleh Missioanaris Jerman Tuan Helmut Bentz dan Mansawan sejak itu sebelumnya di kenal dengan Sekolah Nare-Nare Guru pertama adalah Bapak Ismael Peyon,S.Pd,SD,MM Dan Bapak Esau Walianggen telah melakukan Banyak dan mencetak Sumber Daya Manusia (SDM).Awal mula Nare-Nare dari Bahasa Yali adalah Dasar Pendidikan Membuka Cakrawala berfikir masa Kuno merupakan Menanamkan Bahasa Yali sesungguhnya di Daerah tersebut Metode yang di gunakan adalah Ilmiah Laguege Dialeg Yali (Bahasa Yali) sesuai Nilai-nilai Culture.

Peradaban ini merupakan persiapan generasi penerus untuk melakukan Pendidikan yang wajar di dapat di berbagai Tingkat seperti Sekolah Dasar (SD).sekolah Menengah Pertama (SMP) Sekolah Lanjutan Tingkat pertama (SLTP) atau Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA/SMA).

Dari sinilah membentuk sebuah perubahan-perubahan yang sangat pesat,Bapak Ismael Peyon dan Esau Walianggen adalah Hasil dari Sekolah Dasar (SD) Ypk LACHAI-ROI Apahapsili dan menyusul ada banyak Ciptakan Sumber Daya Manusia Bapak Habel Kepno dan Kawan-kawan lainnya,merupakan Hasil dari sekolah ini.

Sejak itu Ibu Kota adalah Kabupaten Wamena mereka telah melakukan Banyak sekali terobasan-terobosan baru,mereka menyelesaikan Pendidikan Guru sekolah Dasar (PGSD) di berbagai Kota.
Dan Kembali mengabdi di setiap kampung sesuai Tugas dan Tanggung Jawab yang diberikan oleh pemerintah Jayawijaya.

Dari hasil yang mereka capai,merupakan ketekunan dapat mengabdi kepada Masyarakat,anak-anak di suatu kampung.

Sekolah Nare-Nare juga merupakan Hasil dari Perjuangan Bapak Ismael Peyon,Edison Warnares,Mansawan untuk memberikan Pendidikan Awal kepada Para Tua-tua di suatu kampung dengan Tujuan mereka bisah membuka dan memahami Alkitab agar mereka bisah dapat melayani di Gereja-gereja yang ada di Yali.
Hasil dari inipun terbukti sebagian Besar Orang-orang Tua dan anak lebih mengerti membaca dan menulis.

Sekarang Apakah Zaman sekarang berbandingan ini,merupakan Keanehan?
Tidak Suadara/i kita Hargai dan menghormati karya dan membuka Akses pendidikan Manusia yang awam hingga kita mengenal yang zaman Perkembangan yang kita rasakan sekarang.

Dan Lebih Jelas Cerita ini Kita kembali ke Honai,atau Kampung untuk telusuri cerita ini lebih Jelas dan terperinci oleh Orang-orang Tua.

Sekian bersama saya dalam Cerita ini,tentunya sebagian kata kalimat yang belum tersusun rapi,dapat dikembangkan kembali pada cerita selanjutnya.

Nare-nare




Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERAYAAN HUT INJIL MASUK WILAYAH YALIMO APAHAPSILI

Ekstabilitas akses jalan menjawab pergumulan Rakyat