Mengenal jati diri manusia dari konteks kebenaran firman Tuhan
Larangan-larangan yang harus dipatuhi oleh Manusia menurut Kitab Suci Alkitab Konteks (Firman Tuhan.)
______________________________________________
Pertama Syukur bagimu Tuhan atas kasih dan perlindungan senantiasa Melindungi & menjaga kita di setiap aktifitas kami di bumi tercinta.
Izinkanlah saya untuk membagikan sebuah Refrensi untuk kita manusia penghuni BUMI pertama Manusia menciptakan segala isinya di bumi ini,dengan penuh lengkap kemudian Tuhan melihat dari semua ada sesuatu yang kurang yaitu Manusia di Taman Eden (Firdaus).
Dahulu kala manusia ada dalam Roh Allah sendiri berputar-putar di Taman Eden kemudian untuk menjaga dan melindungi segala isinya Tuhan menciptakan Manusia serupa dan gambar Allah.
Pesan Allah
Kamu Adam dan Hawa semua yang aku menciptakan ini boleh di gunakan sesuai kebutuhan tetapi Buah yang ini,tak boleh kami petik dan makan.
Suatu ketika Hawa melihat buahnya dan memetik lalu dimakan,kemudian diberikan kepada Adam lalu mereka makan.
Kemudian Tuhan Allah berikan Suatu teguran dan Hukuman untuk Adam dan Hawa Apapun yang kamu lakukan Aku sudah melihat,Adam kamu sebagai Laki-laki akan menderita bekerja keras segala upaya dan memberi Nafka untuk kehidupan keluarga dan kamu Hawa kamu akan menderita mengandung dan melahirkan anak serta bekerja keras di ladang.
Itulah perintah kebenaran Firman Tuhan di dalam kitab Kejadian. maka kami sebagai manusia yang ada makhluk Ciptaan Tuhan yang mulia.ada dan bekerja di bumi ini,kelola apa yang Tuhan berikan di setiap masing suku yang mendiami di seluruh dunia.
Yang menjadi pertanyaan bagi kita semua.
Kenapa Orang-orang di seluruh dunia Tuhan menempatkan mereka beragam bahasa,Ras dan suku dan segala isinya tetapi selalu ada di mana-mana mengklaim hak Alam kekayaan bahkan wilayah dengan Metode pemerintahan Baru dalam penguasaan wilayah istilah merdeka?
Dari pertanyaan ini kami simak segala berbuatanan,kejahatan yang terjadi di dunia ini hanya karena perebutan Hak-hak Kesulungan Tuhan.di dalam Kebenaran firman Tuhan (Imamat 25:19) Tanah negeri itu akan memberi hasilnya sehingga kamu mempunyai makanan yang cukup dan tinggal di sana dengan sejahtera.
Maka apapun yang terjadi di atas Tanah Papua ini adalah satu kebodohan Manusia dan melanggar Firman Tuhan yang ada.
Kemudian yang berbahaya tidak bisah kami betanggun jawab terhadap Tuhan adalah Menjual Tanah kepada Manusia.
Ini pertanyaan yang sangat urgen untuk di simak kemudian kami di timbangi dalam kawasan wilayah baru atau daerah baru,
Menjual Tanah kepada orang lain menurut saya tidak seharusnya.
Solusi untuk menangani hal ini adalah dengan cara Mengontrak Tanah dalam waktu yang di tentukan,atau dengan memberikan izin hidup dan mengelola apa yang Tuhan kasih.
Dalam Setiap Tahun-Tahun Apa yang Tuhan kasih disitulah kami bernapas dan melaksanakan segala Aktifitas.
Mengingat Generasi-genarasi yang bertumbuh akan mereka melakukan segala aktifitas dimana?
Apa kita jadi pengemis dan Jatim piatu di atas wilayah sendiri.
Sadarlah Uang tidak menjamin kehidupan tetapi Tanah yang memberikan kita kehidupan.Tanah adalah Mama bagi kita yang memberikan ASI kepada kami,ketika kita menjual Tanah sama hal kita menjual Mama.
Suatu kesimpulan:Tidak ada orang yang menjual Tanah di bumi.
Refrensi ini tidak memberikan sebuah harapan tetapi bagaimana kita memberikan kesadaran diri kita melalui ulasan bahkan seminar di setiap Daerah agar tidak terjadi bergesernya penduduk pribumi Asal Asli.
Tetapi Kamilah menjadi Tuan diatas Negeri untuk mengelola dan menikmati apa yang Tuhan berikan.
Demikian Refrensi ini penulis dapat menulis dengan kalimat non baku atau tidak ilmiah TIK tetapi secara sederhana untuk dapat di simak bagi setiap Netizen.
Linder Faluk
______________________________________________
Pertama Syukur bagimu Tuhan atas kasih dan perlindungan senantiasa Melindungi & menjaga kita di setiap aktifitas kami di bumi tercinta.
Izinkanlah saya untuk membagikan sebuah Refrensi untuk kita manusia penghuni BUMI pertama Manusia menciptakan segala isinya di bumi ini,dengan penuh lengkap kemudian Tuhan melihat dari semua ada sesuatu yang kurang yaitu Manusia di Taman Eden (Firdaus).
Dahulu kala manusia ada dalam Roh Allah sendiri berputar-putar di Taman Eden kemudian untuk menjaga dan melindungi segala isinya Tuhan menciptakan Manusia serupa dan gambar Allah.
Pesan Allah
Kamu Adam dan Hawa semua yang aku menciptakan ini boleh di gunakan sesuai kebutuhan tetapi Buah yang ini,tak boleh kami petik dan makan.
Suatu ketika Hawa melihat buahnya dan memetik lalu dimakan,kemudian diberikan kepada Adam lalu mereka makan.
Kemudian Tuhan Allah berikan Suatu teguran dan Hukuman untuk Adam dan Hawa Apapun yang kamu lakukan Aku sudah melihat,Adam kamu sebagai Laki-laki akan menderita bekerja keras segala upaya dan memberi Nafka untuk kehidupan keluarga dan kamu Hawa kamu akan menderita mengandung dan melahirkan anak serta bekerja keras di ladang.
Itulah perintah kebenaran Firman Tuhan di dalam kitab Kejadian. maka kami sebagai manusia yang ada makhluk Ciptaan Tuhan yang mulia.ada dan bekerja di bumi ini,kelola apa yang Tuhan berikan di setiap masing suku yang mendiami di seluruh dunia.
Yang menjadi pertanyaan bagi kita semua.
Kenapa Orang-orang di seluruh dunia Tuhan menempatkan mereka beragam bahasa,Ras dan suku dan segala isinya tetapi selalu ada di mana-mana mengklaim hak Alam kekayaan bahkan wilayah dengan Metode pemerintahan Baru dalam penguasaan wilayah istilah merdeka?
Dari pertanyaan ini kami simak segala berbuatanan,kejahatan yang terjadi di dunia ini hanya karena perebutan Hak-hak Kesulungan Tuhan.di dalam Kebenaran firman Tuhan (Imamat 25:19) Tanah negeri itu akan memberi hasilnya sehingga kamu mempunyai makanan yang cukup dan tinggal di sana dengan sejahtera.
Maka apapun yang terjadi di atas Tanah Papua ini adalah satu kebodohan Manusia dan melanggar Firman Tuhan yang ada.
Kemudian yang berbahaya tidak bisah kami betanggun jawab terhadap Tuhan adalah Menjual Tanah kepada Manusia.
Ini pertanyaan yang sangat urgen untuk di simak kemudian kami di timbangi dalam kawasan wilayah baru atau daerah baru,
Menjual Tanah kepada orang lain menurut saya tidak seharusnya.
Solusi untuk menangani hal ini adalah dengan cara Mengontrak Tanah dalam waktu yang di tentukan,atau dengan memberikan izin hidup dan mengelola apa yang Tuhan kasih.
Dalam Setiap Tahun-Tahun Apa yang Tuhan kasih disitulah kami bernapas dan melaksanakan segala Aktifitas.
Mengingat Generasi-genarasi yang bertumbuh akan mereka melakukan segala aktifitas dimana?
Apa kita jadi pengemis dan Jatim piatu di atas wilayah sendiri.
Sadarlah Uang tidak menjamin kehidupan tetapi Tanah yang memberikan kita kehidupan.Tanah adalah Mama bagi kita yang memberikan ASI kepada kami,ketika kita menjual Tanah sama hal kita menjual Mama.
Suatu kesimpulan:Tidak ada orang yang menjual Tanah di bumi.
Refrensi ini tidak memberikan sebuah harapan tetapi bagaimana kita memberikan kesadaran diri kita melalui ulasan bahkan seminar di setiap Daerah agar tidak terjadi bergesernya penduduk pribumi Asal Asli.
Tetapi Kamilah menjadi Tuan diatas Negeri untuk mengelola dan menikmati apa yang Tuhan berikan.
Demikian Refrensi ini penulis dapat menulis dengan kalimat non baku atau tidak ilmiah TIK tetapi secara sederhana untuk dapat di simak bagi setiap Netizen.
Linder Faluk


Komentar
Posting Komentar