NILAI KEKERABATAN ORANG YALI APAHAPSILI
OLEH LINDER FALUK
UNIVERSITAS OTTOW GEISSLER PAPUA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
JURUSAN SISTEM INFORMASI
Foto ibu-ibu Persekutuan Wanita (PW) Smirna Kundikele Pada saat Penyambutan peremian Sekolah Alkitab Apahapsili (SAA). Tamu Dari Pdt Fedrick Tometten dan Rombongan Ketua Sinode GKI-TP.
Ada Gerakan Tersendiri Ibu-ibu Persekutuan Wanita (PW). Nilai Persekutuan dan Melayani Di Lembah Apahapsili,
Seperti hari-hari Besar Gerejani Sangat antosias untuk merayakan,melihat dari Moment-moment tertentu ada nilai Tersendiri kepada Masyarakat disana.
Kerja Gotong Royong dan Persatuan-kesatuan Umat Tuhan di Yali Apahapsili berada dalam Konteks Wene Nit Senetukuk (Kami Menerima Injil) tidak ada Musuh,tidak ada Lawan antara Sesama Umat disana,tetapi Dengan Hati Penuh Kegembiraan dan Pelayanan Melayani sesama Umat Tuhan di Yali (Apahapsili).
Allah Wene (Firman Tuhan) benar-benar menerangi Wilayah Lembah Habie Ambut Apahapsili dengan Kesaksian, "ALLAH Sudah Lebih dulu baru kami datang" Oleh Tuan Helmutz Bents Wene Walug (Pembawa Kabar Tuhan) di Apahapsili dalam Moment 10 September 2015,
50Th Emas di Kabupaten Yalimo Distrik Apahapsili.
Pada saat Injil mendarat Melalui Misionaris Germany Tuan Helmutz bents,Mansawan dan Rombongan di Apahapsili. Semua Berhala,telah dibakar dengan Kuasa Roh Kudus,maka Secara Toh Benih Injilpun Lahir di dalam Tuhan sebagai Umat Tuhan dan tersebar di seluruh Penyuruh daerah sesuai Tujuan dan Pengabdian melayani sesama Manusia.
Ada dalam satu Honai Keluarga Besar Apahapsili,
Merupakan Organisasi Yang Lahir dari Ide,gagasan Mahasiswa Melalui Seminar Sehari,untuk Merangkul dari berbagi Wilayah untuk ada dalam satu Honai Organisasi keluarga Besar Apahapsili (OKBA). Untuk Menjaga dan Melestarikan Bahasa dan Nilai-nilai Budaya serta Menjaga Lingkungan dari Pengaruh Era Globalisasi Yang Mempengaruhi Tantanan Nilai Sosial Masyarakat di Yali Apahapsili.
Kita harus peduli dan sadari bahwa Budaya dan Bahasa adalah Karya Tuhan yang mulia, Menurunkan melalui Suku dan Nenek moyang yang sebelum.
Satu hal di bawah ini yang harus Musti Belajar dan Memberikan pencerahan Bagi suadara/i Kita yang lahir besar di luar dari dari Yali.
Agar perlu Belajar Bahasa dan Nilai-nilai Budaya orang Yali pada Umumnya dan Pada Khususnya Apahapsili.
Oleh Edison Wandik melalui Akun Face book (Medsos) untuk dapat di Mengerti dan Diterapkan Melalui Keluarga.
Beliu adalah Mahasiswa Unipa Jurusan Antorpologi,bisah saja Ada Kemungkinan terjadi Cenoside Bahasa dan Nilai-nilai Budaya ini sehingga Beliu meneruskan Informasi ini secara Universal.dan secara pribadi Pesan Moril ini sangat penting untuk di asumsikan Oleh setiap Netizen dan Mengambil hikmah dibalik Pesan ini.
Tulisan ini Bukan untuk kita Membaca memakai Logika, tetapi Baca secara seksama memakai Hikma,agar kita Mengambil bagian dari Pembelajaran buat kita semua di Papua.
Kita ada Dalam Era IT atau Generasi Milenial serba Bisah dan Mengerti untuk itu.
Jangan sia-siakan waktu Manfaatkan waktu untuk terus belajar-belajar dan Belajar sehingga Melalui Belajar kami Menimba Pengalaman dari Segi Negatif dan Positif.
Terima kasih semua Netizen yang Dapat Membaca Ulasan ini,Mohon maaf Ulasa ini tidak Tertulis secara Relavan dan Tidak Memakai Kalimat Ilmiah tetapi di Tulis secara Bahasa biasa atau Dialeg Yali Kolaborasi dan melayu Papua.sehingga terjadi Salah Penafsiran atau terjadi Kekeliruan agar dapat memberikan Masukan agar Di lain kesempatan dapat di Tulis Memperhatikan Bagian yang harus Di benarkan.
Akhir kata salam Sapa buat kita semua Wa...wa...wa Tuhan Memberkati


Luar biasa kk
BalasHapusWa Nare Tuhan memberkati
HapusBaiklah omqu salut padaMu
BalasHapusMaju terus
Tuhan memberkati
WA salam
Wa Tuhan memberkati dalam segala perjuangan.
Hapus